Rabu, 22 Januari 2014

mengapa produsen perlu mengamati perilaku konsumen


TUGAS PAPER

Mata Kuliah : Softskill
“Mengapa Produsen Perlu Mengamati Perilaku Konsumen”




Disusun oleh :

Atika Ayuningtyas

Npm : 11211284

3EA06



FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
Jl. Akses UI Kelapa Dua,Depok
2014

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR……………………………………………………………….1

BAB I         PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang………………………………………………………………………...2

1.2  Rumusan Masalah……………………………………………………………………..2

1.3  Tujuan..………………………………………………………………………………..2

1.4  Manfaat………………………………………………………………………………..3

BAB II        LANDASAN TEORI………………………………………………...4

BAB III      PEMBAHASAN

3.1 Pengertian Produsen…………………………………………………………………...5

3.3 Pengertian Konsumen .......................…………………………………………………5

3.4 Pengertian Perilaku Konsumen………………………………………………………..6

3.5 Perilaku Konsumen Rasional dan Konsumen Irasional.................................................6

3.6 Faktor – faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen............................................7

3.7 Peran Perilaku Konsumen Bagi Produsen.....................................................................7

3.8 Hal – hal Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen.....................................................7

BAB IV      KESIMPULAN......................................................................................8

 

DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................9

  
KATA PENGANTAR

            Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas segala rahmat dan berkatnya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas paper ini dengan baik.

            Tugas paper ini ditujukan kepada bapak Mujiyana sebagai Dosen Mata Kuliah Softskill. Makalah ini membahas tentang Mengapa Produsen Perlu Mengamati Perilaku Konsumen.

            Pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada bapak Mujiyana selaku Dosen Mata Kuliah Softskill yang telah memberikan arahan dan bimbingan dalam menyempurnakan tugas paper ini.

            Penulis menyadari bahwa dalam makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna, sehingga penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca untuk perbaikan penulis dimasa yang akan datang. Semoga makalah ini bermanfaat bagi semua pihak.


Depok, 18 Januari 2014


                                                                                                                        Penulis




1

BAB I
PENDAHULUAN

1. 1 Latar Belakang

          Seiring dengan banyaknya produksi barang-barang di Indonesia, maka semakin banyak pula persaingan antar produsen. Terdapat kecenderungan trend itu berubah sehingga terdapat keseimbangan permintaan dan penawaran di pasar. Ada juga produsen yang baru saja memulai memproduksi barangnya dan ingin mengetahui produk seperti apa yang diinginkan konsumen.
            Hal inilah yang mendasari ‘Mengapa Produsen Perlu Mengamati Perilaku Konsumen’. Dalam makalah ini penulis akan membahas tetang produsen, perilaku konsumen, faktor-faktor yang memepengaruhi perilaku konsumen, dll.

1. 2 Rumusan Masalah
1.      Apakah dengan mengamati perilaku konsumen, produsen dapat meningkatkan kualitas produknya?
2.      Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku konsumen?
3.      Bagaimanakah peran konsumen bagi para produsen?
4.      Apakah dengan mengamati perilaku konsumen, produsen dapat mengetahui trend yang berada di pasar?

1. 3 Tujuan
1.      Untuk menjadikan indikator produsen meningkatkan kualitas produknya
2.      Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku konsumen
3.      Untuk mengetahui peran konsumen bagi produsen
4.      Untuk mengetahui trend  yang berada di pasar
2
1. 4 Manfaat

Sedangkan  manfaat dari penelitian ini adalah:

1. Bagi Produsen

a. Untuk membantu produsen baru atau yang sudah bergerak di bidang usahanya untuk menentukan kebijakan yang baik dalam meningkatkan kepuasan konsumennya.

b. Sebagai bahan masukan bagi produsen dalam rangka melakukan evaluasi terhadap pemasarannya sehingga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan produsen dalam menentukan kebijaksanaan di masa yang akan datang.

2.  Bagi Penulis
     Dapat menambah pengetahuan dan wawasan serta dapat mengaplikasikan teori yang telah diperoleh selama perkuliahan.
  
3


BAB II
LANDASAN TEORI

§                   Menurut John C. Mowen dan Michael Minor mendefinisikan perilaku konsumen sebagai studi tentang unit pembelian (buying unit) dan proses pertukaran yang melibatkan perolehan, konsumsi berbagai produk,jasa dan pengalaman serta ide-ide.
§                   Menurut Lamb, Hair dan Mc.Daniel menyatakan bahwa perilaku konsumen adalah proses seorang pelanggan dalam membuat keputusan untuk membeli, menggunakan serta mengkonsumsi barang-barang dan jasa yang dibeli, juga termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian dan penggunaan produk.(Rangkuti,2002:91)
§                   Menurut Engel, Blackwell dan Miniard, menyatakan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan produk dan jasa termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan ini.


4


BAB III
PEMBAHASAN

3. 1 Pengertian Produsen

            Pengertian produsen adalah setiap orang perorangan atau badan usaha, baik yang berbentuk badan hukum maupun bukan badan hukum yang didirikan dan berkedudukan atau melakukan kegiatan dalam wilayah hukum negara Republik Indonesia, baik sendiri maupun bersama-sama melalui perjanjian menyelenggarakan kegiatan usaha dalam berbagai bidang ekonomi. Produksi merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa. Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan produksi barang. Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran. Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang mencukupi.
3. 2 Pengertian Konsumen
          Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Dalam pengertian ekonomi, konsumsi diartikan sebagai kegiatan manusia mengurangi atau menghabiskan nilai guna suatu barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan, baik secara berangsur-angsur maupun sekaligus habis.

5

3. 3 Pengertian Perilaku Konsumen

       Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.

3. 4 Perilaku Konsumen Rasional dan Irasional

Jika dilihat dari perilaku konsumen dalam mengonsumsi suatu barang dibedakan menjadi dua macam, yaitu Perilaku Konsumen Rasional, Suatu konsumsi dapat dikatakan rasional jika memerhatikan hal-hal berikut :
-          barang tersebut dapat memberikan kegunaan optimal bagi konsumen,
-          barang tersebut benar-benar diperlukan konsumen,
-          mutu barang terjamin,
-          harga sesuai dengan kemampuan konsumen.

Perilaku Konsumen Irasional, Suatu perilaku dalam mengkonsumsi dapat dikatakan tidak rasional jika konsumen tersebut membeli barang tanpa dipikirkan kegunaannya terlebih dahulu. Contohnya, yaitu :
- tertarik dengan promosi atau iklan baik di media cetak maupun elektronik,
- memiliki merek yang sudah dikenal banyak konsumen,
- ada bursa obral atau bonus-bonus dan banjir diskon,
- prestise atau gengsi. 

6

3. 5 Faktor- faktor Yang Memepengaruhi Perilaku Konsumen

1.     Faktor budaya . Budaya, sub-budaya, dan kelas sosial sangat penting bagi perilaku pembelian. Budaya merupakan penentu keinginan dan perilaku pembentuk paling dasar. 
2.    Faktor social . Seperti kelompok acuan, keluarga, peran, dan status sosial.
3.    Faktor pribadi. Meliputi usia dan tahap dalam siklus hidup, pekerjaan, keadaan ekonomi, kepribadian dan konsep diri, juga nilai dan gaya hidup pembeli.
4.    Psikologi . Empat proses psikologis (motivasi, persepsi, ingatan dan pembelajaran) secara fundamental, mempengaruhi tanggapan konsumen terhadap rangsangan pemasaran.

3. 6 Peran Perilaku Konsumen Bagi Produsen
a.    Membujuk konsumen untuk membeli produk yang dipasarkan.
b.    Memahami konsumen dalam berperilaku, bertindak dan berfikir, agar pemasar atau produsen mampu memasarkan produknya dengan baik.
c.    Memahami mengapa dan bagaimana konsumen mengambil keputusan.

3. 7 Hal – hal Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen
1. Konsumen adalah raja
Ia memiliki kemampuan penuh untuk menyaring semua upaya untuk mempengaruhi, dengan hasil bahwa semua yang dilakukan oleh perusahaan harus disesuaikan dengan motivasi dan perilaku konsumen.
2. Motivasi dan perilaku konsumen dapat dipahami melalui penelitian
Hal-hal yang berkaitan dengan motivasi dan perilaku dapat diketahui melalui penelitian, sehingga penelitian ini dipakai sebagai acuan dalam membuat program pemasaran, perencanaan periklanan, perencanaan promosi sehingga hal-hal yang terjadi pada masa yang akan datang dapat diprediksi.
7

BAB IV
KESIMPULAN

            Dari pembahasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pengamatan terhadap perilaku konsumen sangat penting untuk di ketahui oleh produsen agar produsen dapat mengetahui selera pasar serta mengetahui apakah produk tersebut layak di jual ke pasar atau tidak.
            Berbagai faktor sangat menentukan perilaku konsumen, seperti: faktor sosial, pribadi, budaya, dan psikologi. Selain itu membantu produsen dapat memahami konsumen dalam berperilaku, bertindak dan berfikir, agar pemasar atau produsen mampu memasarkan produknya dengan baik.



8



DAFTAR PUSTAKA


http://id.wikipedia.org/



http://ariefsz.blogspot.com


http://esty.staff.uns.ac.id/definisi-perilaku-konsumen/


http://alwisuhuy.blogspot.com/2013/03/bab-iii-perilaku-konsumen.html

Minggu, 24 November 2013

gerai steak moen-moen

BAB I PENDAHULUAN
1.1.         LatarBelakang
Begitubanyaknyagerai yang menjualmakanansiap saji di Indonesia saatini, makakonsumen pun mempunyaibanyakpilihansaatakanmenentukandimanamerekaakanmemilihgeraidanmembelimakanantersebutsesuaiseleradanketertarikanmereka.
Denganadanyageraimakanansiapsajikitadiberikankemudahanuntukbisamakantanparepotdan lama, tetapihalinijugaharusdiperhatikankarenamungkinsajapemilihangeraitersebutmenjadikerugianbagikitajugabagiekonomikita.
Ketidaktahuankitaterhadapmasing-masinggeraimenjadipemicukitadihadapkankepadakerugian, meskipunkerugianitutidaklahbesar.Oleh Karenaitu, kitasebagaikonsumenharusmenjadikonsumen yang cerdasdalam memutuskansesuatutermasukmemutuskanmemilihgeraimakanansiapsaji yang baikdanberkualitas.
1.2.         RumusanMasalah
      1.2.1.   Apa yang menjadi alasan konsumen memilih gerai STEAK MOEN-MOEN ?
      1.2.2.   Apakah alasan tersebut menjadikan konsumen loyal terhadap pembelian                   STEAK MOEN-MOEN ?
1.3.         Tujuan
Agar kitadapatmenentukandanmemilihgeraimakanan siapsajidenganbaik, jugasebagaipembelajaranmenjadikonsumen yang cerdas.

BAB II LANDASAN TEORI
2.1.     Pengertian & Definisi Perilaku Konsumen
            Perilaku Konsumen adalah tingkah laku dari konsumen, dimana mereka dapat mengilustrasikan pencarian untuk membeli, menggunakan, mengevaluasi dan memperbaiki suatu produk dan jasa mereka. Focus dari perilaku konsumen adalah bagaimana individu membuat keputusan untuk menggunakan sumber daya mereka yang telah tersedia untuk mengkonsumsi suatu barang.
Definisi Perilaku Konsumen Menurut Para Ahli :
·        Shiffman dan Kanuk (2000) adalahperilaku yang diperhatikan konsumen dalam mencari,membeli, menggunakan, mengevaluasi dan mengabaikan produk, jasa, atau ide yang diharapkandapat memuaskan konsumen untuk dapat memuaskan kebutuhannya dengan mengkonsumsi produk atau jasa yang ditawarkan.
·        Loudon dan Della Bitta (1993) adalah konsumen adalah proses pengambilan keputusan dan kegiatan fisik individu-individu yangsemuanya ini melibatkan individu dalam menilai, mendapatkan, menggunakan, atau mengabaikan barang-barang dan jasa-jasa.
·        Ebert dan Griffin (1995)consumer behavior dijelaskan sebagaiupaya konsumen untuk membuat keputusan tentang suatuproduk yang dibeli dan dikonsumsi.
·        James F et al ( 1994 ) : perilaku konsumen adalah tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini. 
·        Schiffman dan Kanuk (1994) : perilaku konsumen adalah proses keputusan dan aktivitas fisik individu yang terlibat dalam mengevaluasi, mendapatkan, menggunakan, atau memberikan barang dan jasa yang diperolehnya.


2.2.     Model Perilaku Konsumen
Model perilaku konsumen yang dikemukakan Kotler (1997 : 10)menerangkan bahwa keputusan konsumen dalam pembelian selain dipengaruhi oleh karakteristik konsumen, dapat dipengaruhi oleh rangsangan perusahaan yang mencakup produk, harga, tempat dan promosi. Variabel-variabel diatas saling mempengaruhi proses keputusan pembelian sehingga menghasilkan keputusan pembelian yang didasarkan pada pilihan produk, pilihan merek, pilihan penyalur, waktu pembelian,jumlah pembelian.
2.3.     SIKAP
2.3.1.  DEFENISI SIKAP
Engel, Blackwell, dan Miniard (1995) mengemukakan bahwa sikap menunjukan apa yang konsumen sukai dan yang tidak disukai. Defenisi tersebut menggambarkan pandangan kognitif dari psikolog social, dimana sikap dianggap memiliki 3 unsur, yaitu :
1.       Kognitif (pengetahuan),
2.      Afektif (perasaan),
3.      Konatif (tindakan).
Dapat disimpulkan bahwa sikap merupakan ungkapan perasaan konsumen tentang suatu objek apakah disukai atau tidak, dan sikap juga bisa menggambarkan kepercayaan konsumen terhadapa berbagai atribut dan manfaat dari objek tersebut.
Sikap konsumen adalah faktor penting yang akan mempengaruhi keputusan konsumen. Mowen dan Minor(1998) menyebutkan bahwa istilah pembentukan sikap  konsumen(costumer attitude formation) sering kali menggambarkan hubungan antara kepercayaan, sikap dan prilaku. Kepercayaan, sikap, dan prilaku juga terkait dengan konsep atribut produk.Atribut produk adalah karakteristik dari suatu produk.Konsumen biasanya memiliki kepercayaan terhadap atribut suatu produk.
Kepercayaan konsumen adalah pengetahuan konsumen mengenai suatu objek, atributnya, dan manfaatnya(Mowen dan Minor, 1998, hal 242). Kepercayaan konsumen menyangkut kepercayaan bahwa suatu produk memiliki berbagai atribut, dan manfaat dari berbagai atribut tersebut.Kepercayaan konsumen terhadap suatu produk, atribut dan manfaat produk menggambarkan persepsi konsumen.

2.3.2.  KARAKTERISTIK SIKAP
Sikap Memiliki Objek
Dalam konteks pemasaran sikap konsumen harus terkait dengan objek, objek tersebut bisa terkait dengan berbagai konsep konsumsi dan pemasaran seperti produk, merek, iklan, harga, kemasan, penggunaan dan media.Misalnya, bagaimana sikap konsumen terhadap steak moen – moen.
Sikap adalah kecenderungan yang dipelajari
Sikap yang berkaitan dengan perilaku membeli dibentuk sebagai hasil dari pengalaman langsung mengenai produk , informasi secara lisan yang diperoleh dari orang lain , atau terpapar oleh iklan di media massa , internet , dan berbagai bentuk pemasaran langsung. Walaupun sikap mungkin dihasilkan dari perilaku  tetapi tidak sama dengan perilaku. Sebaliknya , mereka mencerminkan penilaian yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan terhadap obyek sikap. Sebagai kecenderungan yang dipelajari , sikap mempunyai kualitas memotivasi yaitu mereka dapat mendorong konsumen kearah perilaku tertentu atau menarik konsumen dari perilaku tertentu.
Konsistensi Sikap
Sikap memiliki konsistensi dengan prilaku.Prilaku seorang konsumen merupakan gambaran dari sikapnya.Misalnya kelompok kami gemar membeli steak moen-moen dan itu menandakan kami menyukainya.Inilah konsistensi antara sikap dan prilaku.Namun, factor situasi sering menyebabkan inkonsistensi antara sikap dan prilaku.
Sikap Positif, Negative dan Netral
Seseorang mungkin menyukai moen – moen (sikap positif) atau tidak menyukai moen-moen (sikap negative), atau bahkan tidak memiliki sikap(netral).Sikap yang memiliki dimensi positif, negative, dan netral disebut sebgai karakteristik valance dari sikap.
Intensitas Sikap
Sikap seorang konsumen terhadap suatu merek produk akan bervariasi tingkatannya, ketika konsumen menyatakan derajat tingkat kesukaan terhadap suatu produk,maka ia mengungkapkan intensitas sikapnya. Intensitas sikap disebut sebagai karakteristik extriminity dari sikap
Resistensi Sikap
Resistensi adalah seberapa besar sikap seorang konsumen bisa berbuat.Seorang konsumen menyukai steak namun dia segan untuk membeli steak tersebut karena mahal, tetapi kemudian temannya menyarankan steak moen-moen yang muraah, mungkin sikap si konsumen tersebut akan berubah.
Persistensi Sikap
Adalah karakteristik sikap yang menggambarkan bahwa sikap akan berubah karena berlalunya waktu. Seorang konsumen menyukai makan di waroeng steak namun lama kelamaan di mengalami penurunan pendapatan sehingga tidak mampu makan disanan lagi, akhirnya konsumen tersebut memilih alternative lain seperti steak moen-moen dengan harga yang murah.
Keyakinan Sikap
Adalah kepercayaan konsumen mengenai kebenaran sikap yang dimilikinya.Misalnya, seseorang mungkin tidak setuju jika moen-moen menjadi pengganti makan yang sebenarnya, dan akhirnya dia tetap memilih nasi sebagai makanan utamanya.
2.3.4.  FUNGSI SIKAP
a.    Fungsi Utilitarian ( manfaat )
b.    Fungsi Mempertahankan Ego
c.    Fungsi Ekspresi Nilai
d.   Fungsi pengetahuan

2.3.5. MODEL SIKAP
  1. Komponen kognitif
    • Komponen kognitif dari sikap menggambarkan pengetahuan dan persepsi terhadap suatu obyek sikap.
    • Pengetahuan dan persepsi tsb diperoleh melalui pengalaman langsung dari obyek sikap tsb dan informasi dari berbagai sumber lainnya.
    • Pengetahuan dan persepsi tsb biasanya berbentukkepercayaan (belief) artinya konsumen mempercayai bahwa suatu obyek sikap memiliki berbagai atribut dan perilaku yang spesifik
  1. Komponen Afektif
Afektif menggambarkan perasaan dan emosi seseorang terhadap suatu produk dan merk.
  1. Komponen Konatif
Konatif adalah komponen ketiga dari sikap yang menggambarkan kecenderungan dari seseorang untuk melakukan tindakan tertentuberkaitan dengan obyek sikap (produk atau merk tertentu)
  1. Model sikap terhadap objek
Mengukur sikap terhadap golongan produk atau jasa atau merk tertentu. Menurut model ini, sikap konsumen terhadap produk atau merek tertentu merupakan fungsi dari adanya atau tidak adanya dan penilaian terhadap keyakinan atau sifat-sifat peroduk tertentu
  1. Model sikap terhadap iklan
Konsumen memutuskan membeli tidak membeli produk/jasa berdasarkan hasil pemahamannya terhadap iklan yang disajikan.

  1. Model tindakan yang beralasan
Menggambarkan pengintergrasian komponen-komponen sikap secara menyeluruh ke dalam struktur yang dimaksudkan untuk menghasilkan penjelasan lebih baik maupun peramalan yang lebih baik mengenai prilaku.
  1. Atribut (Salient belief)         
Atribut adalah karakteristik dari obyek sikap.Salient belief adalah kepercayaan konsumen bahwa produk memiliki berbagai atribut, sering disebut sebagai atributobject beliefs.
  1. Kepercayaan (belief)
Kepercayaan adalah kekuatan bahwa suatu produk memiliki beberapa atribut tertentu. 
  1. Evaluasi Atribut
Evaluasi adalah evaluasi baik atau buruknya suatu atribut yaitu menggambarkan pentingnya suatu atribut bagi konsumen.

BAB III PEMBAHASAN
3.1.     Profil Steak Moen-Moen
Steak Moen-Moen berdiri sejak tahun 2005, dan cabang pertamanya adalah di Kota Solo, Jawa Tengah.Dan Moen-Moen hanya mengandalkan hidangan steak sebagai sajian utama dari resto ini, namun pengunjungnya sangat ramai.
Bagaimanatidak, satuporsi steak dengancitarasabintang lima inihanyadihargaiRp 11.000, makatakheran di kalanganmahasiswadankaryawanbanyak yang menjadikan Steak Moen-Moen sebagailanggananbersantap, danmemanjakanlidahmereka.
Steak Moen-Moen memangbisadijangkaudarisemuagolongan, makadarisekianresto pada sore hari, karyawantampakkerepotanuntukmelayanipengunjung yang membludak.KiniCabang Moen-Moen sudahtersebar di Kota Solo, Bandung, Jakarta dan Bogor yang keseluruhannya mencapai 10 outlet. Jam buka moen-moen senin sampai minggu pukul 10.00 – 20.30.
3.2.   Alasan Konsumen Tertarik terhadap Steak Moe-Moen
Steak, makanan khas Eropa ini sudah sangat tidak asing untuk kita dengar bahkan kita rasakan. Jenis makanan padat yang terdiri dari protein, karbohidrat dan vitamin ini menambah para penggemarnya untuk tidak ragu dalam mengonsumsi makanan ini.
Perpaduan antara daging , kentang goreng, sayuran dan saus khas yang menambah cita rasa makanan pilihan ini.
Rasa yang enak, bahan yang berkualitas, terkenal dengan harga yang tidak mahal pula. Walaupun kita memiliki pilihan dalam ragam menu yang berbeda harga. Seperti yang kita kenal steak memiliki beberapa olahan bahan utama, diantaranya tenderloin steak, sirloin steak, chicken steak, dan fish steak. Ini bisa dipilih sesuai dengan selera konsumen yang ingin menikmati dan sesuai dengan berapa kroscek yang harus dikeluarkan.
Sebagai mahasiswa saya terkadang merasa berat untuk mengeluarkan uang jajan demi seporsi steak yang sangat menggiurkan selera. Untung saja, ada satu tempat yang saya temukan untuk menikmati steak dengan harga yang sangat miring dan sesuai dengan kantong mahasiswa. 
MOEN-MOEN STEAK, dengan harga berkisaran 10-20 ribu rupiah saja, kita bisa menikmati steak dengan berbagai variasi. Menu yang disajikan pun lumayan lengkap. Spaghetti, milk shake dan varian lain turut melengkapi daftar menu di MOEN-MOEN STEAK ini.
2.4.     Atribut yang Mempengaruhi Ketertarikan terhadap
Steak Moen-Moen
Kelompok kami lebih memilih gerai Steak Moen – Moen dikarenakan berbagai alasan seperti yang disebut dibawah ini :
  • Kematangan daging
Kematangan daging steak moen-moen khusus untuk chiken steak itu cukup matang tidak terlalu kering juga.Sedangkan untuk beef steak dipanggang secara setengah matang tapi bisa juga diminta sesuai selera.
  • Porsi
Porsi yang diberikan cukup banyak atau bisa dikatakan relative untuk sebagian orang, porsi cukup sesuai dengan harga yang ditawarkan oleh produsen steak moen-moen.
  • Komposisi saus dan sayuran      
Untuk saus steaknya produsen steak moen-moen memberikan cita rasa saus barbeque yang banyak disukai dan sesuai selera lidah orang Indonesia.Sedangkan untuk sayuran produsen steak moen-moen memilih wortel, buncis dan kentang sebagai tambahan penyajian bersama steak tersebut.

  • Penyajian tempat
Penyajiannya diletakan diatas hotplate, agar saat disajikan steak masih dalam keadaan hangat juga sebagai tempat pemanggang langsung steak tersebut.
  • Harga
Harga yang ditawarkan cukup terjangkau sesuai kantong konsumen khususnya anak muda, sehingga kami dapat menikmati steak moen-moen yang lezat dengan harga miring.
  • Pelayanan
Pemesanan steak moen-moen langsung datang ke counter dan sekaligus membayarnya kemudian kami diberikan nomer meja untuk menunggu pesanan. Pelayanannya menurut kami cukup baik, namun terkadang selalu ada keterlambatan datangnya pesanan karena banyaknya pengunjung yang datang.
  • Rasa
Rasa dari steak moen-moen yang diberikan cukup lezat dari segi ayam, beef, saus sampai perpaduan sayurannya.Sehingga banyak pengunjung yang datang kembali untuk menikmati steak moen-moen tersebut.
  • Variasi menu
Menu yang disediakan terdiri dari Chicken Hot Plate, Tenderloin Hot Plate, Mixed Hot Plate, Double Chicken Hot Plat, Double Tenderloin Hot Plate, Double Mix Hot Plate, Cumi Hot Plate, Ikan Hot Plate, Marina Hot Plate, Nasi Putih.
Sedangkan untuk minumannya ada Juice Jambu, Juice Manggo, Juice Strawberry, Juice Melon, Juice Sirsak, Juice Orange, Juice Apel, Juice Tomato, Juice Chocolate, Juice Bozz Coffe.
Dengan banyaknya menu seperti yang dijelaskan diatas ini membuat kami semakin tertari untuk mengunjungi gerai steak moen –moen tersebut.

  • Lokasi
Strategis dan biasanya gerai steak moen-moen dibuka di foodcourt di pusat perbelanjaan.Lokasi tersebut merupakan tempat yang nyaman bagi kami karena selain bisa menikmati steak moen-moen di tempat tersebut tetapi kita juga bisa berbelanja di kawasan tersebut karena merupakan pusat perbelanjaan (mall).
  • Kebersihan
Dari segi kebersihan gerai kami rasa cukup bersih, dengan tempat-tempat yang sesuai dengan penempatannya yang dapat dilihat.
  
BAB IV PENUTUPAN
3.1.     Kesimpulan
ketertarikan konsumen pada steak moen-moen tidak lain dari factor harga dan kelezatan yang dapat dinikmati dengan harga terjangkau.
Tidak hanya factor di atas namun factor yang lain juga mempengaruhi ketertarikan konsumen seperti yang telah disebutkan di bab sebelumnya.Dengan banyaknya factor pendukung maka tidak heran jika gerai steak moen – moen dijadikan gerai pilihan untuk makan.
3.2.     Saran
Konsumen yang ingin menikmati steak dengan harga murah alangkah baiknya memilih gerai steak moen-moen karena dari segi cita rasa pun cukup nikmat untuk dinikmati.
Dan untuk memilih gerai yang akan kita kunjungi sebagai tempat  makan kita, tentunya kita harus pintar dalam menentukan pilihan yang dilihat dari berbagai factor dan manfaat yang diberikan gerai makan tersebut. Ini dilakukan agar kita tidak terjadi kerugian


DAFTAR PUSTAKA


http://islamijum.wordpress.com/2012/06/22/sikap-konsumen/